Lokasi Rawan Longsor di Merapi dan Merbabu selama Musim Hujan

01.53 Add Comment

Menonton tren hujan yg makin deras bersama intensitas yg semakin jelek telah harusnya menjadi peringatan bagi seluruhnya warga. Walaupun wilayah di dekatnya jarang berlangsung banjir dikarenakan hujan deras, bukan berarti puncak masa hujan ini sanggup diabaikan. Dikarenakan tetap ada bisa saja bencana tanah longsor & angin puting beliung yg sanggup datang kapan saja.

Seperti yg saat ini mesti diwaspadai oleh masyarakat seputar lereng Gunung Merapi & Merbabu, di Kab Boyolali, Jawa Tengah. Mengutip pemberitaan Antara, potensi tanah longsor di Merbabu & Merapi meningkat drastis sewaktu puncak masa hujan ini. Imbauan ini dirilis dengan cara kusus oleh Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah.

Peringatan waspada longsor di seputar lereng Gunung Merapi & Merbabu ini dikhususkan utk ribuan masyarakat yg tinggal di kira kira lereng. Elevasi kemiringan tanah yg lumayan tinggi di kawasan lereng Merapi & Merbabu makin menambah risiko tanah longsor di kawasan ini. Lebih-lebih tingginya curah hujan sebabkan tanah di lereng gunung menjadi tidak stabil & basah.

Sampai tulisan ini diturunkan, demi mengingatkan penduduk disekitar lereng Merapi & Merbabu, BPBD telah menyebarkan surat imbauan peningkatan kewaspadaan ke banyaknya kecamatan. Dalam surat itu, dikabarkan bahwa tatkala puncak periode hujan Pebruari 2016 ini ribuan masyarakat di lereng Merapi & Merabu mesti mendalami risiko bencana tanah longsor, banjir & puting beliung yg berpotensi kapanpun berlangsung.

Lantas, ruang desa mana saja di kawasan lereng Merapi & lereng Merbabu yg berpotensi tinggi rawan tanah longsor?

Catatan yg dilansir BPBD Jawa Tengah menunjukkan, sediktinya ada 6 Kecamatan di Kab Boyolali yg rawan longsor. Empat kecamatan berada di kawasan lereng Gunung Merapi, Merbabu, & dua kecamatan ada di kawasan Boyolali Utara.

Empat Kecamatan di lereng Gunung Merapi & Merbabu yg rawan tanah longsor antara lain Selo, Cepogo, Musuk & Ampel, sedangkan dua lainya di Boyolali bidang utara, adalah Klego pun Kemusu.

Utk dipahami, struktur bentukan tanah di Gunung Merapi & Gunung Merbabu terdiri dari tanah berpasir & gembur, berlainan bersama keadaan tanah di dataran rendah yg komposisinya padat.
sumber

3 Langkah Darurat Pasca Bencana Tanah Longsor di Lebong Tandai Bengkulu

01.52 Add Comment
Kejadian bencana longsor yg mematikan di wilayah pertambangan rakyat Lebong Tandai, Bengkulu setidaknya sanggup jadi peringatan. Hujan deras yg mengguyur tidak dengan henti sewaktu lebih dari 24 jam seketika menggetarkan tanah di tebing curam tambang Lebong Tandai, Bengkulu. Tidak Dengan pertanda sama sekali, 18 orang tertimbun longsor yg berlangsung cuma dalam sekian banyak detik. Berita terakhir dari Antaranews menyebut, dari 18 korban yg tertimbun tetap ada kira kira 15 korban lain yg tetap dicari. 2 jenazah korban longsor telah ditemukan, sedangkan satu orang ditemukan selamat bersama keadaan patah tulang.

Pasca kejadian tanah longsor yg berlangsung di penambangan rakyat Lebong Tandai peninggalan Belanda ini, Penjabat Gubernur Bengkulu Suhajar Diantoro cepat menuju wilayah Rejang Lebong memimpin evakuasi. Utk didapati, keadaan wilayah pertambangan di Lebong Tandai yaitu kawasan terpencil yg susah sekali akses & transportasinya. Bahkan tatkala puluhan th, masyarakat seputar yg hendak menuju kawasan pertambangan rakyat di Lebong Tandai cuma dapat memakai kereta lori mini yg telah dimodikasi bernama Molek.

Mengingat tempat kejadian tanah longsor yg susah dijangkau, Penjabat Gubernur Bengkulu Suhajar Diantoro serentak memberikan instruksi husus. Berikut merupakan 3 langkah darurat yg sedang diusahakan pasca bencana tanah longsor di Lebong Tandai Bengkulu

Pencarian korban tanah longsor di Lebong Tandai bakal dilakukan hingga batas diwaktu yg ditentukan oleh tim Sar

Sampai artikel ini diturunkan belum ada berita lebih lanjut dari proses pencarian 15 korban longsor di Lebong Tandai. Keadaan medan yg ekstrem & rute menuju area tanah longsor yg terpencil semakin menyulitkan pencarian. Pasalnya tim SAR cuma memanfaatkan cangkul mungil utk menggali tanah yg banyak sekali.

Lembaga Sosial & BPBD Bengkulu mengkoordinir & mengkondisikan pertolongan sembako utk dua area kejadian tanah longsor

Perintah ke-2 ini dikhususkan bagi dua tempat kejadian ialah pertambangan rakyat yg tertimpa longsor & Desa Lebong Tandai yg berada di tempat amat terpencil. sampai kini Desa Lebong Tandai cuma dapat dilalui memanfaatkan kereta mini Molek. Padahal di Lebong Tandai ada kira kira 147 Kepala Keluarga di mana 30 persennya termasuk juga hunian tangga miskin

Lembaga PU Bengkulu mesti menanggulangi kerusakan trayek molek maupun menciptakan jurusan alternatif maka masyarakat Desa Lebong Tandai tak terisolir.

Kejadian tanah longsor di Lebong Tandai seakan terhubung mata publik Indonesia bahwa tetap ada wilayah terpencil di Sumatera yg cuma dapat dijangkau memakai kereta lori mini bernama Molek. Tapi sekarang rute kereta molek juga sebagai peninggalan Belanda terputus & mengisolasi desa Lebong Tandai. Hasilnya, berita terakhir dari Antaranews menyatakan, kepada Sabtu siang (5/12) pertolongan telah diangkut dgn memanfaatkan satu satuan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana yg dikirim dari Palembang Sumsel. Helikopter ini sejak mulai mengangkut 34 koli kira kira 600-700 kg bahan-bahan makanan seperti beras, mie instan, gula & bahan yang lain. (cal)
sumber

Fenomena Bencana Alam Tanah Longsor di Indonesia

01.51 Add Comment
Beberapa bulan di tahun 2015 hujan mulai sejak turun merata membasahi tanah Pulau Jawa & beraneka kawasan lain di Indonesia. Satu kawasan menerima limpahan air hujan yaitu kawasan Jawa Barat. Bahkan sekian banyak kali hujan di bln Nopember sampai Desember 2015 turun bersama intensitas & skala besar. Tipikal kahas perubahaan cuaca dari masa kemarau ke periode penghujan.

Derasnya hujan kalau tidak ditanggulangi dgn serius terang mengambil efek merugikan. Hujan tidak cuma mengambil keberkahan, tapi serta sanggup jadi pengingat bahwa alam yg tidak seimbang komposisinya dapat berujung kepada bencana.

Seperti yg berjalan di Sukabumi, Jawa Barat. Telah semestinya penduduk jabar menyadari betul potensi & risiko bencana alam di periode hujan. Tanah yg labil, pun saluran air yg tidak terjadi sempurna merupakan sumber penting dari bencana khas periode hujan : tanah longsor & banjir. Ditambah juga mungkin badai seperti puting beliung yg muncul dari kumpulan awan cumulonimbus di atas langit ja-bar.

Catatan lumayan mengejutkan datang dari Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Sukabumi. Dilaporkan oleh Antaranews, dalam tempo satu bln terakhir sejak Nopember sampai pertengahan Desember 2015 ini, di Kab Sukabumi telah berjalan sedikitnya 50 kasus bencana tanah longsor & puting beliung yg merusak alat & merugikan warga.

Seperti yg dikatakan oleh Kepala Kedaruratan & Logistik Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Sukabumi Usman Susilo, akibat dari rentetan bencana tanah longsor & puting beliung di Sukabumi, terdaftar ada 12 hunian rusak berat & hancur tidak berbentuk, kemudina 10 hunian yang lain masuk jenis rusak sedang, & puluhan hunian yang lain rusak ringan. Dari 50 kali kejadian longsor & angin puting beliung di Sukabumi ini, tidak ada satupun laporan korban tewas.

Meski catatan bencana longsor & badai angin puting beliung pass tinggi menghantam bermacam titik di Kab Sukabumi, tetapi kesigapan penduduk setempat dalam menghadapi risiko bencana pantas di apresiasi. Efek jelek dari bencana terhitung tidak terlampaui akbar. Rentetan bencana yg berlangsung di akhir th 2015 ini cuma merusak sebahagian mungil hunian penduduk, tapi alat umum semacam jalan raya penghubung desa tidak sedikit yg ambles akibat tanah longsor.

Buat antisipasi risiko bencana alam yg makin agung, dari pihak Tubuh Nasional Penanggulangan Bencana telah mulai sejak menerapkan pemakaian technologi peringatan dini. Satu satuan media deteksi dini bencana di Kecamatan Pabuaran.
sumber

Tregadi Bencana Longsor di Penambangan Rakyat Bengkulu

01.50 Add Comment
Bencana tanah longsor menewaskan belasan masyarakat berlangsung di Bengkulu, tepatnya di wilayah Lebong Tandai. Tragedi tanah longsor yg terulang kembali di awal periode hujan minggu perdana bln Desember ini telah harusnya jadi pengingat bahwa masa hujan datang bukan berarti kewaspadaan menyusut. Sebab saat periode kemarau melalui dari membuang jauh potensi kekeringan, sekarang ini masa hujan datang dgn ancaman banjir & tanah longsor. Terakhir, tidak berselang lama sebelum berjalan tanah longsor di Bengkulu, longsoran tanah pula berlangsung di Tasik, Jawa Barat.

Berikut yaitu kronologi detik-detik bencana tanah longsor yg mengambil duka di satu buah penambangan rakyat di Lebong Tandai, Bengkulu.

Dikutip dari Antaranews, Pusat Pengendali Operasi (Pusdaops) BPBD Propinsi Bengkulu, Edwar menyampaikan berita terakhir ada 18 korban longsor yg tertimbun tanah. Jumlahnya 15 korban belum ditemukan. Baru tiga orang korban tanah longsor yg ditemukan, satu orang selamat dgn keadaan patah kaki, & dua orang wafat.

Kejadian tanah longsor ini berjalan di satu buah penambangan rakyat di Dusun Karang Sulu, Desa Lebong Tandai, Kab Bengkulu Utara, Propinsi Bengkulu. Terhadap awalnya, hujan yg teramat deras jadi penyebab awal dari bencana tanah longsor ini. Hujan yg teramat deras tetap mengguyur deras Bengkulu sejak sejak Rabu (2/12) sampai Kamis (3/12). Seterusnya di hri Rabu (2/12) seputar pukul 02.00 dinihari, diwaktu tetap ada belasan orang penambang yg bekerja sejak dinihari, tanah bergetar hebat & seterusnya longsor demikian saja menimbun 18 orang masyarakat beserta sebanyak pondok yg berlokasi di kebun penduduk.

Utk didapati, ruang penambangan rakyat yg longsor berada di kawasan yg amat terpencil. Kumplit dgn keadaan jurusan yg ekstrem & akses menuju ruang tambang yg demikian susah. Bahkan satu-satunya fasilitas transportasi yg sanggup mengambil tim penolong ke area kejadian tanah longsor ialah kendaraan tradisional peninggalan penjajahan Belanda yg akrab dinamakan penduduk setempat dgn sebutan Molek. Kendaraan Molek ini yaitu kereta kecil yg telah dimodifikasi oleh masyarakat buat menempuh rute ekstrem memakai rel buatan Belanda. Di Jawa, Molek mirip bersama kereta Lori mini.

Molek merupakan satu-satunya akses menuju area bencana longsor, buat memutar roda Molek ini, satu buah mesin diesel berkuatan seadanya dihubungkan dgn rantai ke roda & menggerakkan roda Molek menyusuri rel mungil ditengah hutan & tebing curam. Jumlah penumpang maksimal yg dapat diangkut jumlahnya 10 hingga 12 orang.

Bahkan sesudah menempuh perjalan memanfaatkan Molek, tim evakuasi bencana longsor Bengkulu masihlah mesti terjadi kaki tatkala 2 jam sampai tiba di ruangan penambangan rakyat yg longsor. Bersama memakai sarana seadanya berupa cangkul mungil, Pegawai tetap menggali & mencari korban yang lain yg masihlah tertimbun di dalam tanah.

Sholat Terakhir, Kisah Haru Bencana Tanah Longsor Tasikmalaya

19.08 Add Comment
tanah-longsor-tasikmalaya

Memasuki periode penghujan, perlahan tanah yg kering beralih jadi tanah becek yg rapuh tapi subur. Hujan yg datang tidak senantiasa mengambil keberkahan, telah jadi rahasia umum bahwa periode hujan yg datang di Indonesia terkadang dapat mengambil bencana lain berupa banjir & tanah longsor. Satu wilayah yg teratur terkena dua tipe bencana ini ialah Jawa Barat.

Bahkan, Gubernur jabar Ahmad Heryawan dengan cara terang-terangan sudah mengeluarkan keputusan bahwa kawasan Jawa Barat saat ini sedang berada dalam keadaan waspada 1 banjir & tanah longsor, seperti yg dikutip dari pemberitaan page CNN Indonesia.

Hasilnya, prediksi bencana tanah longsor yg mengintimidasi jabar pula terbukti. Satu Buah kisah haru terekam dalam bencana longsor Tasik.

Dilaporkan oleh page Tindakan Serentak Tanggap, hujan teramat deras yg mengguyur sebahagian Jawa Barat terhadap Rabu (25/11) kurang lebih pukul 15.30 WIB sudah memicu bencana longsor di Kampung Tagog, Desa Karang Mukti, Kecamatan Salawu, Kab Tasik. Akibat dari tanah longsor yg berjalan amat segera itu, satu orang masyarakat Kampung Tagog tewas tertimbun longsoran.

“Akang ingin solat dahulu di mushola,” tutur Ujang pada istrinya, Imas Masitoh (48). Istri dari buruh harian itu serta tunduk kepada suaminya. Ia pulang apalagi dulu, terjadi menuju rumah, masihlah ditemani rintik hujan. Imas tidak menyangka itu ialah solat asyar terakhir suaminya, Ujang Rustaman (51).

Hujan deras mengiri malaikat maut menjemput Ujang pukul 15.30 Wib, Rabu (25/11), ketika longsor itu menyeret satu buah rumah, satu rumah makan, mushola, & toko apotek. Seluruhnya properti tersebut jatuh ke jurang sedalam 30 m dikarenakan terseret longsor. Longsor susulan berjalan pukul 18.00 Wib. Lima rumah pula kembali terancam hancur, oleh karena terjadinya pergerakan tanah, seperti dilaporkan AKBP Susnadi seperti dilansir Republika.co.id.

Berdasarkan laporan dari aktivis Warga Relawan Indonesia (MRI) Jawa Barat Salman Al-Farisi, waktu bencana longsor berjalan, Ujang dgn Imas meneduh di area terjadinya longsor. Menyaksikan dikala yg sebentar lagi masuk kala solat Asar, Ujang menyuruh istrinya pulang apalagi dulu.

“ Akang ingin solat lalu di mushola,” papar Ujang pada istrinya. Sebelum solat, menurut penuturan istrinya, Ujang mandi lebih-lebih dulu di area pemandian umum. Baru selanjutnya menuju mushola.

Tapi, itu nyata-nyatanya menjadi solat terakhir Ujang. Lantaran bangunan mushola lokasi Ujang menyembah Tuhannya tiba-tiba berderak segera, & blaasss….lantai mushola amblas ke bawah jatuh ke jurang sedalam 30 m. Ujang juga tertimbun tanah. Ujang jadi satu-satunya korban manusia di peristwa longsor tersebut.

Kamis,(26/11), Tindakan Langsung Tanggap Cabang Bandung mengirimkan tim berkunjung ke rumah istri almarhum di Kampung Pamoyan, RT 16/03, Desa Karang Mukti, Kecamatan Salawu, Tasik. Terhadap keluarga almarhum Ujang Rustaman, khususnya istrinya Imas Masitoh, tim mengatakan bela sungkawa & mengemukakan pertolongan duit cash utk keluarga korban. Tim ACT pun ikut pencarian jenazah dengan Lembaga kebencanaan daerah setempat. Jenazah Ujang hasilnya ditemukan kepada hri Ahad sore (29/11). (act.id)

“ Kami mengemukakan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bpk Ujang, & insya Allah dia khusnul khotimah, lantaran wafat dikala hendak atau sedang menjalankan solat (Asyar),” ucap Atep, sapaan akrap Salman Alfarisi.

img : tempo.co 
Sumber

Kronologi Bencana Longsor Tambang Giok Myanmar

21.50 Add Comment
Tanah Longsor Myanmar

Myanmar baru saja merayakan bahagia yg paripurna usai negeri itu berhasil melakukan pemilu demokratis perdana kali dalam peristiwa Myanmar. Tetapi waktu ini, belum seberapa lama meninggalkan euforia kemenangan Aung San Suu Kyi sbg pemimpin baru Myanmar, negara itu dibalut oleh informasi duka. Dikutip dari pemberitaan Reuters, sedikitnya lebih dari 100 jiwa tewas & seratus orang masihlah hilang akibat tertimbun longsoran tanah di suatu tambang gede batu giok yg terletak di negeri bidang Kachin, Myanmar kepada minggu(22/11).

Bencana tanah longsor yg fatal itu seketika mengagetkan publik Myanmar. Pasalnya cuma dalam sekejap beberapa ratus pekerja tambang tertimbun longsoran tanah. Berikut yakni kronologi kejadian bencana tanah longsor di negeri sektor Kachin, Myanmar.

Dilansir dari page Reuters, kejadian mematikan ini berlangsung kepada hri Pekan dini hri kala setempat. Diwaktu itu, beberapa ratus pekerja tambang batu giok yg diperkirakan banyaknya mencapai lebih dari 200 orang sedang tertidur pulas di area tambang usai bekerja keras juga sebagai buruh tambang tatkala sepekan tidak dengan henti. Utk ketahuan, wilayah negeri bidang Kachin, Hpakant yakni salah satu wilayah penghasil batu giok paling baik di dunia. Mutu batu giok yg dihasilkan di tambang ini jadi salah satu bahan ekspor yg mendongkrak ekonomi Myanmar.
Berdasarkan pendapat pemerintah setempat, dikutip dari CNN, memasuki periode hujan wilayah tambang ini telah diperingatkan jadi area rawan bencana tanah longsor, tetapi beberapa ratus pekerja di ruang ini tidak mengindahkan peringatan tersebut. Sekian Banyak pekerja tambang diperkirakan merupakan masyarakat pendatang kelas tiga yg jadi buruh kasar di Myanmar & rela digaji dgn gaji yg murah.

Ruang pertambangan batu giok yg dikelola oleh perusahaan Triple One Jade Mining ini serta seketika dihantam bencana tanah longsor di pukul 3 pagi. Histori longsoran tanah yg mematikan ini juga seketika menimbun beberapa ratus pekerja yg masihlah tertidur pulas di gubuk-gubuk persis di tebing curam yg longsor.

Sesudah tulisan ini diturunkan, petinggi pemerintah Myanmar mengeluarkan rilisan terkini yg menyebutkan bahwa bencana longsor tambang giok Myanmar sudah menewaskan 104 penambang, & diperkirakan bakal tetap meningkat seiring bersama berlanjutnya pencarian.

Buat ketahuan, CNN melansir bahwa produksi batu giok Myanmar diperkirakan mencapai nilai US$31 miliar atau setara dgn angka Rp418 triliun terhadap thn 2014 silam. Angka yg mengagumkan ini dihasilkan dari business batu giok yg mengandalkan para pekerja tambang di ruangan tambang yg amat sangat berbahaya, cuma demi mencari baru berkilau bernilai menakjubkan tersebut. Bahkan sebanyak sumber di Myanmar menyampaikan, kematian para penambang akibat longsoran tanah di ruangan tambang ini telah jadi aspek yg lumrah. Tapi bencana tanah longsor yg berjalan di thn 2015 ini sanggup menjadi yaitu yg paling besar memakan korban jiwa para penambang.(cal)

img : CNN
Sumber

Mengapa Jawa Barat Rawan Longsor dan Banjir

20.18 Add Comment
Jawa Barat Longsor

Memasuki masa penghujan, perlahan tanah yg kering beralih jadi tanah becek yg rapuh tetapi subur. Awal Nopember ini benar-benar jadi titik balik dari suburnya tanah di Indonesia, pasalnya periode hujan telah datang, derasnya hujan telah membasahi tanah Indonesia nyaris merata dari ujung barat sampai timur. Datangnya masa hujan kali ini disambut bak saudara lama yg telah sekian bln tidak bertemu, pasalnya hujan benar-benar jadi elemen yg paling ditunggu tatkala sekian banyak bln terakhir. Tidak dapat dimungkiri, masa kemarau ganas yg menghantam Indonesia tatkala berbulan-bulan di th 2015 sudah tertulis jadi masa kemarau sangat buruk sepanjang thn.
Tapi, hujan yg datang tidak senantiasa mengambil keberkahan, telah jadi rahasia umum bahwa masa hujan yg datang di Indonesia terkadang mampu mengambil bencana lain berupa banjir & tanah longsor. Satu wilayah yg teratur terkena dua tipe bencana ini yakni jabar.
Bahkan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dengan cara terang-terangan sudah mengeluarkan ketentuan bahwa kawasan ja-bar sekarang ini sedang berada dalam keadaan waspada 1 banjir & tanah longsor, seperti yg dikutip dari pemberitaan page CNN Indonesia.
Sesudah ditetapkan jabar rawan longsor & bencana banjir, orang super di Jawa Barat yg acapkali disapa Aher ini serta mengimbau terhadap warga jabar buat waspada & mengantisipasi longsoran tanah pun banjir apabila hujan deras tiba. Terutama di wilayah pemukiman masyarakat yg punyai kemiringan lereng pass tajam.
Suatu pertanyaan juga menyeruak, kenapa Jawa Barat rawan longsor & banjir? Apa yg jadi sebabnya?
Dijelaskan oleh Aher, longsor memang lah kepada kenyataannya sudah jadi bencana tahunan di ja-bar. Pasalnya, keadaan tanah di ja-bar benar-benar termasuk juga dalam tipe lahan subur yg jadi barokah sekaligus bumerang tersendiri bagi warga. Lahan yg subur rata-rata rapuh dikarenakan jenis tanahnya termasuk juga gembur, lahan subur biasa pula ditandai bersama mudahnya pergeseran lahan. Jikalau hujan deras sedikit saja, potensi longsor dapat makin membesar.
Tidak Cuma bencana tanah longsor, wilayah Jawa Barat sebahagian besar nya juga berada dalam status waspada banjir. Tubuh Meteorologi, Klimatologi, & Geofisika pada awal mulanya telah menghimbau pun bahwa bln Nopember 2015 ini jadi periode peralihan. Tanda paling kasat mata ialah cuaca ekstrem bersama hujan yg amat sangat deras & angin kencang. Akibatnya hujan jadi lebih susah diprediksi. Intensitas hujan & petir juga angin kencang yg menyertainya tidak mampu diprediksi. Imbasnya tiap-tiap daerah di Jawa Barat, lebih-lebih pemukiman yg dekat bersama aliran sungai mesti waspada pada bisa jadi banjir. Terhadap kenyataannya, banjir itu tak cuma berdasarkan curah hujan, tapi amat bergantung serta kepada daya serap permukaan. (cal)
img : CNN