Penyebab Bencana Longsor Banjarnegara Bisa Terjadi

23.49 Add Comment

Banjarnegara dikenal sbg satu dari sekian tidak sedikit ruangan di Pulau Jawa yg rawan longsor. Apabila diitilik dari keadaan topografinya, Kab Banjarnegara jadi Kab yg dikelilingi oleh lekukan tebing & bukit-bukit curam, terutama di dekat perbatasan sebelah utara yg berbatasan segera dgn Kab Batang. Bahkan ketinggian topografi di zona sebelah utara ini berada lebih dari 1.000 m dari permukaan laut & meliputi luas 24,40 persen dari semua wilayah di Kab Banjarnegara.

Topografi berupa bukit & lembah yg isikan lekukan di Banjanegara sebelah utara ialah bidang dari Dataran Tinggi Dieng yg menjajar ke arah timur hingga ke Kab Wonosobo. diluar itu, topografi Banjarnegara sebelah utara yg curam dgn komposisi lembah pula bukit ini juga bentukan dari Pegunungan Serayu sebelah Utara.

Imbas dari topografi yg begitu ekstrem, telah sejak lama Kecamatan yg berada di Banjarnegara Zona sebelah Utara diklaim rawan hantaman tanah longsor. Kecamatan rawan longsor ini meliputi : Kecamatan Kalibening, Pandanarum, Wanayasa, Pagentan, Pejawaran, Batur, Karangkobar, & Madukara.

Paling teranyar, kisah pilu yg datang dari rentetan tragedi longsor Banjarnegara baru saja berjalan sekian banyak hri dulu. Kabarnya 5 hektar tanah di tebing yg curam merosot deras di Desa Clapar, Kecamatan Madukara, Banjarnegara.

Akibatnya, luasan tanah yg bergerak bebas menuruni tebing ini menggoyahkan pondasi bangunan apapun yg berdiri di atasnya. Sutopo Purwo Nugroho selaku Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengemukakan longsor yg berlangsung kepada Kamis (24/3) pukul 19.00 WIB ini masuk dalam tipe longsoran merayap (soil creep) yg bergerak dengan cara perlahan-lahan. Hingga bersama tulisan ini diturunkan, tanah masihlah tetap bergerak hingga lebih dari 1,2 kilo meter.

Imbasnya bencana longsor di Banjarnegara utk kesekian kalinya ini mengakibatkan 230 jiwa masyarakat mengungsi ke ruang yg lebih aman di sekian banyak ruangan. Sedangkan 15 hunian jenis rusak berat, tiga hunian rusak sedang, & dua hunian rusak ringan.

Tragedi longsor yg teratur menerjang Banjarnegara ini serta jadi pertanyaan agung, kenapa bencana longsor Banjarnegara sanggup berjalan? Kenapa bencana longsor ini konsisten berulang?

Tidak Hanya dikarenakan topografi Banjarnegara zona sebelah utara yg curam bersama kemiringan lebih dari 30 derajat, penyebab longsor Banjarnegara serta sanggup berkali lipat bertambah kalau curah hujan mencapai puncaknya. Dikarenakan tipe tanah di Banjarnegara yaitu tanah subur & gembur dikarenakan curah hujannya senantiasa diatas biasanya. Keadaan tanah seperti ini memang lah baik bagi pertanian, tapi fatal bagi pemukiman dikarenakan keadaan tanahnya condong amat tak stabil. Sedikit saja curah hujan bertambah semakin tinggi, potensi longsor dapat bertambah semakin akbar.
sumber

Tanah Longsor Terjadi Kembali di Banjarnegara

02.29 Add Comment

Kejadian tanah longsor di Banjarnegara berlangsung kembali di th 2016 ini, tepatnya di Desa Clapar, Kecamatan Madukara, Kab Banjarnegara. Daerah tersebut didapati memang lah rawan longsor akibat keadaan topografi tanahnya. Tidak Sedikit kawasan pemukiman di Banjarnegara benar-benar berada dalam kemiringan tanah yg curam. Rusaknya beberapa ratus hektar ruang hutan alami pun menambah risiko longsor di kawasan ini.

Menurut Kepala Pusat Data Berita & Humas BNPB‎ Sutopo Nugroho, bencana tanah longsor di Banjarnegara sejak mulai berjalan kepada Kamis 24 Maret 2016, & ukul 19.00 WIB. Selanjutnya, berjalan kembali kepada hri ini sekira pukul 01.30 WIB, & diikuti kepada longsoran kembali kepada hri Jumat pagi pukul 06.00 WIB.

Kawasan rawan longsor di Banjarnegara kali ini pass luas adalah seputar 5 hektar. sekarang longsoran yg berjalan ialah longsoran mungil tanah merayap turun dengan cara perlahan-lahan yg merusak struktur tanah & jalan, tapi tetap ada dikala bagi penduduk utk mengamankan diri bila bermukim dibawah ancaman tanah longsor,

Akibat kejadian tanah longsor di Banjarnegara ini catatan terakhir banyaknya 158 orang mengungsi, sembilan hunian rusak berat, tiga hunian rusak sedang, dua hunian rusak ringan & 29 hunian terancam longsor susulan.

sekurang-kurang nya ada 300 personel gabungan dari BPBD Kab Banjarnegara dgn Polres Banjarnegara, Kodim 0704 Banjarnegara, Banser, PMI, Tagana, Bela Negeri, & relawan dari Tindakan Serta-merta Tanggap sedang berfokus utk mempermudah evakuasi turun utk meringankan evakuasi masyarakat ke ruang yg aman.

Langkah perdana yg dilakukan yakni mengevakuasi utk mengamankan penduduk dari risiko timbunan tanah longsor & sediakan keperluan pangan utk para pengungsi. Diprediksi longsoran tanah hingga disaat ni masihlah bergerak merayap & diperkirakan telah teramat labil & membahayakan bila hujan turun lebat.

Dikutip dali page informasi antara, bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sudah memerintahkan BPBD Propinsi Jawa Tengah & BPBD terdekat seperti BPBD Kab Wonosobo, Banyumas, Purbalingga & Cilacap menopang evakuasi & pemenuhan keperluan basic bagi pengungsi. Logistik & peralatan dikerahkan ke area. Pokso Aju, posko pengungsian, & dapur umum sudah didirikan.
sumber

Kejadian Bencana Tanah Longsor di Cianjur 2016

02.29 Add Comment

Bln Maret 2016 menjadi momen duka bagi Kab yg dingin & sejuk, Cianjur, Jawa Barat. Lantaran, dua kali kejadian tanah longsor dengan cara beruntun dilaporkan berlangsung Cianjur, ja-bar.

Kejadian longsor terupdate menimpa satu buah hotel mewah Hotel Klub Bali di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kab Cianjur, jabar terhadap Rabu, 9 Maret 2016.

Hujan deras yg mengguyur kawasan Cianjur sewaktu berhari seketika menciptakan keadaan tanah tebing dgn kemiringan curam disekitar Cianjur jadi rapuh. Salah satunya yaitu tebing setinggi puluhan meter di Desa Batulawang. Tanah yg labil itulah yg setelah itu longsor & menerjang satu buah hotel, yaitu Hotel Klub Bali yg berada sesuai di bawah tebing.

Berita terupdate yg dikutip dari Kantor Informasi Antara, akibat kejadian longsor Cianjur yg menerjang hotel Klub Bali, menyebabkan keseluruhan jumlahnya sebelas korban, semuanya adalah penghuni hotel. Bersama detail satu orang luka berat, enam orang luka ringan & empat orang dalam proses evakuasi. Sementara pross evakuasi, keempat orang yg masihlah terjebak dalam reruntuhan bangunan hotel dijamin tewas sesudah kamar yg mereka tempati ambruk diterjang longsor di Cianjur.

Longsor di Desa Sukaresmi menimbun suatu hunian. Menyebabkan dua orang wafat dunia seketika tertimbun longsoran tanah, merupakan Jajang Mulyana (30) & Siti Safatihah (31).

Sementara kejadian longsor di Desa Sukamahi, bernama Aep masihlah belum ada informasi perkembangan evakuasi. Tapi keadaan terakhir sehari sebelum tulisan ini dirilis menyatakan bahwa masihlah tertimbun longsoran tanah, tetap dalam pencarian tim evakuasi.
4. Akibat yg ditimbulkan yaitu terjadinya genangan, erosi, & sedimentasi. Ini banjir yg tidak jarang tak disangka-sangka seperti yg berlangsung di Bangka terhadap awal Pebruari 2016. Erosi tanah di kira kira sungai meyebabkan air mengenang kemana-mana, selin itu kerusakan tanggul dengan cara tiba-tiba dikarenakan tak kuat menampung falsafah air.

Aspek penyebab banjir bisa diklasifikasikan dalam 2 type, yakni banjir yg disebabkan oleh sebab-sebab alami & banjir yg diakibatkan  oleh aksi manusia. Indonesia tidak sempat lepas dari permasalahan banjir, mudah-mudahan lebih diperhatikan & dilakukan upaya utk menanggulanginya., baik oleh pemda, Pegawai & seluruh penduduk.
sumber

Upaya Penanggulangan Tanah Longsor

02.27 Add Comment
 
Kejadian tanah longsor amat sering berlangsung di sekian banyak daerah di Indonesia & tidak sedikit korban yg tewas karenanya. Tubuh Penanggulangan Bencana telah tidak jarang lakukan upaya penanggulangan tanah longsor, tapi kita tak tahu kapan bencana itu dapat berjalan. Indonesia memiliki rekor masalah bencana longsor salah satu yg paling besar ialah longsor di Banjarnegara kepada 2015 tempo hari. Inilah sebabnya butuh dilakukan upaya & taktik penanggulangan tanah longsor antara lain yaitu bersama :

1. Menghindari pembangunan pemukiman di daerah di bawah lereng yg rawan berlangsung tanah longsor.
2. Mengurangi tingkat keterjangan lereng bersama pengolahan lahan terasering di kawasan lereng
3. Menjaga drainese lereng yg baik buat menghindarkan air mengalir dari dalam lereng ke luar lereng
4. Pelaksanaan bangunan penahan agar tak berjalan pergerakan tanah penyebab longsor
5. Penanaman pohon yg memiliki perakaran yg dalam & jarak tanam yg tak terlampaui rapat diantaranya di seling-selingi tanaman pendek yg mampu menjaga drainase air.
6. Relokasi daerah rawan longsor, walau perlu dana akbar ini yakni upaya utama yg mesti dilakukan pemerintah disaat ancaman bencana sanggup merenggut nyawa & kerugian yg gede.
7. Warning sistem atau technologi peringatan bencana longsor bersama menciptkan alat-alat pendeteksi pergerakan tanah yg berisiko dapat longsor di daerah-dareh longsor.

Peringatan sebelum longsor mampu dilakukan terhadap masyarakat buat jalankan aksi mitigasi bencana. Upaya penanggulangan tanah longsor seperti halnya banjir, mesti terintegrasi antara perbuatan warga yg bermukim di tempat rawan longsor dgn pemerintah setempat.
sumber

Hujan Lebat Picu Banjir dan Tanah Longsor

01.55 Add Comment
tanah longsor

Salah satu musibah di Indonesia yang kerap terjadi adalah tanah longsor, apalagi ketika daerah di kawasan perbukitan diguyur hujan deras.
Meskipun pemerintah dari Badan Penanggulangan Bencana BNPB sudah antisipasi, longsor selalu saja menimbulkan korban dan yang tidak bisa diprediksi.

Tanah longsor menjadi bencana fatal yang mengubur sejumlah jiwa yang bisa berakibat pada kematian. Selain itu timbunan tanah yang mnenghujam perumahan warga akan menghancurkan rumah-rumah mereka, pun jika masih tersisa akan rusak berat.

Tanah longsor yang selama ini terjadi selalu saja tidak bisa diprediksi dan menimbulakn korban. Area pengunungan memang yang paling rawan, tetapi mau gimana lagi mereka hanya punya tempat tinggal disana, dan harus siap jika tanah longsor menimpa mereka.

Lokasi Rawan Longsor di Merapi dan Merbabu selama Musim Hujan

01.53 Add Comment

Menonton tren hujan yg makin deras bersama intensitas yg semakin jelek telah harusnya menjadi peringatan bagi seluruhnya warga. Walaupun wilayah di dekatnya jarang berlangsung banjir dikarenakan hujan deras, bukan berarti puncak masa hujan ini sanggup diabaikan. Dikarenakan tetap ada bisa saja bencana tanah longsor & angin puting beliung yg sanggup datang kapan saja.

Seperti yg saat ini mesti diwaspadai oleh masyarakat seputar lereng Gunung Merapi & Merbabu, di Kab Boyolali, Jawa Tengah. Mengutip pemberitaan Antara, potensi tanah longsor di Merbabu & Merapi meningkat drastis sewaktu puncak masa hujan ini. Imbauan ini dirilis dengan cara kusus oleh Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah.

Peringatan waspada longsor di seputar lereng Gunung Merapi & Merbabu ini dikhususkan utk ribuan masyarakat yg tinggal di kira kira lereng. Elevasi kemiringan tanah yg lumayan tinggi di kawasan lereng Merapi & Merbabu makin menambah risiko tanah longsor di kawasan ini. Lebih-lebih tingginya curah hujan sebabkan tanah di lereng gunung menjadi tidak stabil & basah.

Sampai tulisan ini diturunkan, demi mengingatkan penduduk disekitar lereng Merapi & Merbabu, BPBD telah menyebarkan surat imbauan peningkatan kewaspadaan ke banyaknya kecamatan. Dalam surat itu, dikabarkan bahwa tatkala puncak periode hujan Pebruari 2016 ini ribuan masyarakat di lereng Merapi & Merabu mesti mendalami risiko bencana tanah longsor, banjir & puting beliung yg berpotensi kapanpun berlangsung.

Lantas, ruang desa mana saja di kawasan lereng Merapi & lereng Merbabu yg berpotensi tinggi rawan tanah longsor?

Catatan yg dilansir BPBD Jawa Tengah menunjukkan, sediktinya ada 6 Kecamatan di Kab Boyolali yg rawan longsor. Empat kecamatan berada di kawasan lereng Gunung Merapi, Merbabu, & dua kecamatan ada di kawasan Boyolali Utara.

Empat Kecamatan di lereng Gunung Merapi & Merbabu yg rawan tanah longsor antara lain Selo, Cepogo, Musuk & Ampel, sedangkan dua lainya di Boyolali bidang utara, adalah Klego pun Kemusu.

Utk dipahami, struktur bentukan tanah di Gunung Merapi & Gunung Merbabu terdiri dari tanah berpasir & gembur, berlainan bersama keadaan tanah di dataran rendah yg komposisinya padat.
sumber

3 Langkah Darurat Pasca Bencana Tanah Longsor di Lebong Tandai Bengkulu

01.52 Add Comment
Kejadian bencana longsor yg mematikan di wilayah pertambangan rakyat Lebong Tandai, Bengkulu setidaknya sanggup jadi peringatan. Hujan deras yg mengguyur tidak dengan henti sewaktu lebih dari 24 jam seketika menggetarkan tanah di tebing curam tambang Lebong Tandai, Bengkulu. Tidak Dengan pertanda sama sekali, 18 orang tertimbun longsor yg berlangsung cuma dalam sekian banyak detik. Berita terakhir dari Antaranews menyebut, dari 18 korban yg tertimbun tetap ada kira kira 15 korban lain yg tetap dicari. 2 jenazah korban longsor telah ditemukan, sedangkan satu orang ditemukan selamat bersama keadaan patah tulang.

Pasca kejadian tanah longsor yg berlangsung di penambangan rakyat Lebong Tandai peninggalan Belanda ini, Penjabat Gubernur Bengkulu Suhajar Diantoro cepat menuju wilayah Rejang Lebong memimpin evakuasi. Utk didapati, keadaan wilayah pertambangan di Lebong Tandai yaitu kawasan terpencil yg susah sekali akses & transportasinya. Bahkan tatkala puluhan th, masyarakat seputar yg hendak menuju kawasan pertambangan rakyat di Lebong Tandai cuma dapat memakai kereta lori mini yg telah dimodikasi bernama Molek.

Mengingat tempat kejadian tanah longsor yg susah dijangkau, Penjabat Gubernur Bengkulu Suhajar Diantoro serentak memberikan instruksi husus. Berikut merupakan 3 langkah darurat yg sedang diusahakan pasca bencana tanah longsor di Lebong Tandai Bengkulu

Pencarian korban tanah longsor di Lebong Tandai bakal dilakukan hingga batas diwaktu yg ditentukan oleh tim Sar

Sampai artikel ini diturunkan belum ada berita lebih lanjut dari proses pencarian 15 korban longsor di Lebong Tandai. Keadaan medan yg ekstrem & rute menuju area tanah longsor yg terpencil semakin menyulitkan pencarian. Pasalnya tim SAR cuma memanfaatkan cangkul mungil utk menggali tanah yg banyak sekali.

Lembaga Sosial & BPBD Bengkulu mengkoordinir & mengkondisikan pertolongan sembako utk dua area kejadian tanah longsor

Perintah ke-2 ini dikhususkan bagi dua tempat kejadian ialah pertambangan rakyat yg tertimpa longsor & Desa Lebong Tandai yg berada di tempat amat terpencil. sampai kini Desa Lebong Tandai cuma dapat dilalui memanfaatkan kereta mini Molek. Padahal di Lebong Tandai ada kira kira 147 Kepala Keluarga di mana 30 persennya termasuk juga hunian tangga miskin

Lembaga PU Bengkulu mesti menanggulangi kerusakan trayek molek maupun menciptakan jurusan alternatif maka masyarakat Desa Lebong Tandai tak terisolir.

Kejadian tanah longsor di Lebong Tandai seakan terhubung mata publik Indonesia bahwa tetap ada wilayah terpencil di Sumatera yg cuma dapat dijangkau memakai kereta lori mini bernama Molek. Tapi sekarang rute kereta molek juga sebagai peninggalan Belanda terputus & mengisolasi desa Lebong Tandai. Hasilnya, berita terakhir dari Antaranews menyatakan, kepada Sabtu siang (5/12) pertolongan telah diangkut dgn memanfaatkan satu satuan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana yg dikirim dari Palembang Sumsel. Helikopter ini sejak mulai mengangkut 34 koli kira kira 600-700 kg bahan-bahan makanan seperti beras, mie instan, gula & bahan yang lain. (cal)
sumber